Wednesday, September 30, 2009

Apa Yang Saya Mau

Sejak kecil jika ditanya apa cita - cita saya, jawaban yang terluncur dari mulut saya selalu berganti. Dulu saya ingin jadi dokter gigi, lalu ingin jadi seorang fashion designer, tiba - tiba ingin jadi Astronom, dan banyak lagi. Padahal tahun ini saya sudah kelas 2 SMA, sebentar lagi kelas 3 dan setelah itu kuliah. Semestinya saya sudah tahu langkah apa yang harus saya ambil, tapi saya belum dapat menentukannya. 

Coba - coba saya ikut kuis mengenai jurusan apa yang harus saya ambil ketika kuliah di http://blogthings.com untuk sekedar mengisi kebosanan, dan inilah hasil yang saya dapatkan:


Your Scholastic Strength Is Deep Thinking

You aren't afraid to delve head first into a difficult subject, with mastery as your goal.
You are talented at adapting, motivating others, managing resources, and analyzing risk.

You should major in:

Philosophy
Music
Theology
Art
History
Foreign language


Apakah hasil ini cocok dengan apa yang saya mau, saya sendiri tidak begitu tahu. Namun satu hal yang pasti, saya menyukai ilmu Philosophy atau Filsafat. Saya suka berpendapat, berkhayal, dan memikirkan banyak hal. Bisa dibilang, saya suka berfilosofi walau entah apakah hasilnya bagus atau sekedar sampah. Seorang teman sempat berkata bahwa saya terlalu banyak berpikir, dan saya hanya dapat tersenyum mendengarnya, karena berpikir memang sudah jadi kebiasaan saya sejak dulu. Namun, menjadi seorang Filsafat bukan suatu profesi yang akan saya pilih. Saya akan lebih memilih mengambil ilmu Philosophy sebagai Master atau S2, dan kalau boleh berharap, saya ingin belajar ilmu tersebut di Universitas Sorbonne, Prancis, untuk S2.

Untuk profesi, sepertinya saya lebih memilih menjadi seorang Psikolog. Sosiologi adalah salah satu pelajaran favorit saya, sekalipun saya kini telah menjadi siswi di kelas IPA. Atau kalau kata orang, Sosiologi 
guilty pleasure saya. Saya suka belajar tentang karakter manusia, bagaimana pola tingkah laku mereka. Sesuai dengan Ilmu Psikologi yang ingin saya pelajari untuk gelar S1 ini, yang definisinya yang saya dapat dari Wikipedia Indonesia berikut ini:

Psikologi (dari bahasa Yunani Kunopsyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajarijiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

Saya juga senang mendengarkan cerita orang - orang di sekitar saya, sekesal apapun saya dan sejelek apapun keadaan mood saya saat itu, saya pasti akan selalu mau mendengarkan cerita atau mungkin curahan hati orang - orang, siapapun dia. Saya juga senang jika bisa memberikan orang - orang solusi yang berguna atas permasalahan mereka. Ketika saya mendapat tugas Karya Ilmiah di masa SMP pun saya mengambil tema Psikologi. Sepertinya Psikolog bisa menjadi pilihan yang menarik bagi saya sebagai profesi di masa depan. Maka itu, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menjadi salah satu incaran saya untuk bangku kuliah saya nanti.

Rencana lainnya? Saya tertarik dengan Teknik Industri. Berikut adalah definisinya menurut Wikipedia Indonesia:

 
Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusiapengetahuan, peralatan,energimateri, dan proses.

Mengapa saya memilih jurusan ini? Mungkin karena saya tertarik dengan sifatnya yang seperti Ilmu Manajemen, namun tidak terlalu Ekonomi di mata saya. Lagipula, lulusan dari jurusan ini juga dapat mengambil kerja di mana saja, tidak terpaku pada satu jenis profesi. Maka itu saya juga ingin mengambil jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung.

Kira - kira begitulah rencana saya, semoga berjalan lancar, AMIN.

Putih Abu - Abu

Seharusnya, pertambahan usia, kenaikan posisi dan jabatan, dan sejenisnya disertai juga dengan naiknya tingkat ke dewasaan seseorang.

Setidaknya idealnya begitu.

Berkaca pada diri sendiri, saya rasa sebagai siswa kelas XI seharusnya saya juga menjadi lebih dewasa dalam menyikapi segala hal yang ada di sekeliling saya. Tidak mengambil sebuah keputusan tanpa berpikir panjang, tidak memandang sesuatu hanya dari luarnya saja, dan lebih berhati - hati dalam apapun yang akan saya lakukan.

Pada intinya, menjadi saya yang lebih baik dari saya yang sebelum - sebelumnya.

Melihat kepada apa yang ada di hadapan saya, saya tak yakin apakah saya telah menjadi orang yang lebih baik daripada saya yang sebelumnya. Setiap orang punya perspektif tersendiri, jika saya bilang saya sudah berubah menjadi orang yang lebih baik, namun orang - orang di sekitar saya berkata tidak, maka hal - hal seperti ini sejujurnya tidak pasti. Namun yang saya yakini, bahwa setahun ini, telah banyak pengalaman yang saya dapatkan setelah melewati satu tahun di SMA Labschool Kebayoran.

Sejujurnya, saya bukan tipe orang yang sangat bersemangat untuk memulai lembaran barunya di SMA. Saya tidak suka memulai sesuatu yang baru, saya lebih memilih sesuatu yang sudah saya kenal persis, yang sudah membuat saya merasa nyaman. Memang, saya bukan orang baru di sini. Saya memang menghabiskan masa SMP di Labschool Kebayoran, namun tetap saja kata 'SMA' merupakan hal yang baru dalam kehidupan saya. Sebuah kata yang baru untuk awal yang baru, awal dari masa SMA saya.

Tapi toh saya menjalaninya juga.

Atau lebih tepatnya saya tak punya pilihan lain selain menjalaninya.

3 hari Masa Orientasi Siswa pun saya lalui tanpa perasaan apa - apa. Karena sudah terbiasa dengan 'tradisi Labschool' saya tidak terkaget - kaget dengan aturan dan kebiasaannya yang 'berbeda' dengan masa orientasi di sekolah lain. Saya justru merasa lega, mengingat pengalaman masa SMP di mana rambut harus dikuncir 3 seperti tokoh 'Jinny' dalam sinetron lawas 'Jinny-Oh-Jinny' dan desain nametag serta foto yang jauh lebih membingungkan, Masa Orientasi Siswa versi SMA ini membuat saya menghela nafas lega. Setidaknya, saya tidak sekaget masa SMP, sehingga saya lebih siap dan lebih berhati - hati. 3 hari yang penuh materi, latihan PBB, dan perkenalan pun berlalu di depan mata, dan tibalah hari Kamis yang ditunggu.

Membaca pengumuman, saya pun 'terdampar' di kelas XB, dengan wali kelas Bapak Dede Supriatna dan homebase yang berlokasi di ruang Bahasa Indonesia lantai 3. Di kelas inilah, lembaran - lembaran tahun pertama SMA saya diisi.

Semua dimulai dengan Expo Ekskul, suatu kegiatan tahunan di SMA Labschool Kebayoran yang di adakan setiap hari Jum'at di minggu pertama pembelajaran. Pada acara ini setiap ekstrakulikuler mempresentasikan programnya masing - masing dengan tujuan memperkenalkannya kepada anak kelas 10 dan juga menambah anggota. Bagi siswa kelas XI dan XII, ini adalah ajang 'berpromosi' ekskul mereka masing - masing. Bagi kami siswa kelas X, inilah saatnya memilih, mau di mana kita menyalurkan bakat dan minat kita. Dengan kata lain, inilah saatnya kami memilih apa yang ingin kami lakukan dalam setahun penuh di masa SMA kami yang baru saja dimulai. Sesuai minat aya pun memilih ekskul fotografi, Skyblitz, yang masih saya tekuni hingga kelas XI sekarang ini.

Setelah itu pembelajaran seperti biasa dan tibalah waktunya untuk Pesantren Ramadhan. Sama seperti Masa Orientasi Siswa, kegiatan ini berlangsung 3 hari dan dijalankan di sekolah. Bedanya, Pesantren Ramadhan ini mengharuskan kami untuk menginap di sekolah dan menjalankan ibadah puasa di sana. Jadilah 3 hari 2 malam kami habiskan di sekolah, mendapatkan banyak ilmu dan materi - materi Islami yang diharapkan dapat menjadi bekal kami bukan hanya untuk 3 tahun ke depan, namun untuk selamanya. Namun tak hanya materi - materi berupa teori saja yang disampaikan, Pesantren Ramadhan yang bekerja sama dengan Pesantren Daarut Tauhid pimpinan ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym ini juga memberikan kegiatan - kegiatan outbond sejenis flying fox dan banyak lagi yang saya lupa namanya namun cukup menyenangkan untuk mengisi kejenuhan di tengah menjalankan ibadah puasa. Tak lupa pulang dari Pesantren Ramadhan pun kami mendapatkan 'bingkisan' yang cukup menarik, sebuah papan nisan dengan lengkap dengan nama dan keterangan kami, oleh - oleh dari kegiatan Muhasabah di malam terakhir. Kini 'bingkisan' milik saya entah berada di mana, saya tidak begitu suka melihatnya karena membangkitkan rasa takut saya.

'Petualangan' saya selanjutnya adalah rangkaian acara Trip Observasi 2008 atau sebagaimana kami menyebutnya, TO. Singkatnya, kegiatan TO ini bisa digambarkan seperti acara home stay di daerah pedesaan yang jauh dari hingar bingar kota.

Apakah haya sekedar home stay saja?

Tentu bukan SMA Labschool Kebayoran jika TO akan berakhir sebagai sekedar home stay biasa.

Saya jelaskan. Pada awalnya kami murid - murid Angkatan 8 dibagi ke dalam sekitar 22 kelompok (saya tidak ingat pasti apakah 22 atau 23 kelompok) yang berisi 9 sampai 10 orang. Kami memiliki 2 atau 3 orang Pendamping dari OSIS (yang selanjutnya akan disebut PDP) dan seorang guru pendamping. Pada kegiatan TO nantinya kami perkelompok beserta PDP dan guru pendamping masing - masing akan 'dititipkan' di sebuah rumah bersama orang tua asuh kami yaitu penghuni setempat. Saya termasuk ke dalam kelompok 9, Tifa.

Sebelum masuk ke dalam kegiatan TO yang sesungguhnya, kami harus terlebih dahulu melaksanakan kegiatan PRA-TO di sekolah selama 3 hari tanpa menginap. Jujur, kegiatan ini cukup melelahkan dan menguras tenaga. 3 hari penuh kami membuat nametag dengan desain yang membuat banyak orang 'bertekuk lutut' (entah saya yang sedang berhiperbola atau tidak, namun dengan detail - detail sekecil itu saya rasa memang tak ada salahnya menggunakan kata tersebut), mengecat tongkat, berlatih membuat presentasi PDP (Pengambil Data Penelitian, berbeda dengan PDP OSIS yang berarti adalah pendamping) dan catatan harian TO, serta banyak hal lainnya. Rute lari kami pun menjadi lebih jauh, hingga melewati Arteri Pondok Indah. Saya yang memang jauh dari kata 'olahragawan sejati' pun tertinggal cukup jauh di belakang. Selain materi dan pembelajaran, kegiatan PRA-TO ini juga dibumbui dengan kegiatan khas Labschool yaitu PBB atau Pelajaran Baris Berbaris. Namun, berbeda dengan PBB yang biasa, di PRA-TO ini ada yang namanya 'Siaga Tongkat' di mana setiap anak harus mempertahankan tongkatnya masing - masing jangan sampai direbut oleh kakak OSIS, kalaupun direbut harus mengambilnya kembali dengan argumen. Perasaan cemas luar biasa menghampiri, tapi toh saya menjalaninya juga. Pada hari terakhir ada kegiatan memasak dan audisi pensi, semuanya berjalan lancar dan menyenangkan hingga tiba saatnya barikade tongkat. Di Barikade itu tongkat kami semua satu angkatan di tahan dan kami harus merebutnya dengan argumen, namun karena hujan turun jadilah barikade tak berlangsung lama. Di hari ini pula, setelah Barikade, kami mendapatkan nama Angkatan kami yaitu Hasta Praja Sanggkara atau disingkat Hastara, yang berarti Angkatan Kuat, Adil, dan Bijaksana. Kami juga mendapatkan 3 ketua angkatan dan yel - yel angkatan di hari itu.

Seminggu setelahnya kami pun berangkat TO. 5 hari akan kami lewati di Kampung Pasir Muncang, Purwakarta. Oh ya saya lupa menambahkan, selama rangkaian acara TO baik dari mulai PRA-TO hinga TO itu sendiri, kami harus 'berganti penampilan'. Bagi siswi perempuan, rambut di kuncir 4 dengan pita  - pita yang berbeda di setiap rambut, dengan bandana dan jepitan yang semuanya ditentukan warnanya dan di atur sedemikian rupa. Bagi yang laki - laki, semuanya harus berkepala plontos, saya lupa sepatu berapa antara 1 atau 0. Repot? Jujur iya, dan awalnya agak memalukan juga datang ke sekolah dengan penampilan 'ajaib' seperti itu. Namun setelahnya, menjadi biasa saja karena dalam kegiatan TO hal tersebut menjadi sebuah kewajaran.

5 hari TO pun saya lewati. Tak hanya sekedar home stay, itulah yang saya ucapkan tadi. Selain tinggal dengan orang tua asuh kami juga mempunyai banyak kegiatan lain selain berdiam di rumah. Ada PKD atau Peduli Kehidupan Desa di mana kami mengikuti segala kegiatan orang tua asuh kami. Jika orang tua asuh kami adalah pedagang berarti ikut ke pasar, jika petani ya kami ikut ke ladang, dan sebagainya tergantung pekerjaan orang tua asuh kami. Kebetulan orang tua asuh saya adalah petani, dan saya sempat ikut beliau pergi ke sawah. Sebuah pengalaman yang, cukup tak terlupakan. Selain itu ada juga PDP berupa kegiatan Penelitian yang sempat saya ceritakan sedikit di atas. Kami melakukan penelitian di Pasir Muncang dan membuat displaynya setelah itu kami presentasikan dan ditandingkan dengan kelompok lain. Kelompok Tifa mendapatkan tema 'Kemampuan Berbahasa Inggris orang - orang di Pasir Muncang'. Kami juga melakukan kegiatan Lintas Budaya di mana kami mempresentasikan budaya dari suatu daerah di Indonesia dengan melakukan fashiow show baju daerah tersebut dan mengenalkan budaya daerah tersebut kepada penduduk setempat. Ada Pensi atau Pentas Seni setiap malamnya, di mana setiap kelompok menampilkan sebuah pertunjukan sesuai dengan tema yang telah diundi. Selain itu ada juga Penjelajahan, di mana kami seperti melakukan outbound dari pos yang satu ke pos yang lain. Acara ini sebenarnya cukup seru, namun sayang saya tak ikut berpartisipasi karena harus ada yang menjaga rumah. Namun, saya merasa cukup senang dengan pengalaman yang saya dapatkan selama di TO. Di sini saya belajar hidup sederhana dan melihat hal - hal yang tentunya tak dapat saya lihat di perkotaan.

Setelah TO saya mengikuti kegiatan Lampion dalam merangka pelantikan pengurus Komunitas Rohani Islam atau Rohis 2009. Acaranya berlangsung selama 2 hari 1 malam di sebuah villa di daerah Puncak. Terdapat materi - materi seperti biasa, namun juga ada kegiatan outbond dan caraka malam, di mana sebelumnya kami harus menonton sebuah film horror The Fog terlebih dahulu. Terdapat sekitar 30 orang yang mengikuti kegiatan ini, yaitu mereka yang berminat menjadi pengurus Rohis.

Lalu di semester kedua ada Study Tour 3 hari 2 malam ke daerah Pangandaran. Pada awalnya kami mengunjungi daerah Kampung Naga terlebih dahulu, dengan menuruni 370an anak tangga yang membuat kami sehat bugar. Di sana kami melakukan observasi tentang kehidupan warga setempat yang masih 'murni'. Mengapa dikatakan 'murni' adalah karena mereka menghindari pengaruh luar, sangat menjaga alam, dan hidup tanpa bergantung dengan listrik, berbeda dengan kita yang rasanya seperti mau mati tanpa listrik. Dari Kampung Naga kami berangkat menuju penginapan di Pangandaran dan setelah total perjalanan 12 jam (sebenarnya tak perlu sampai segitu lamanya, namun bus kelas XB saja yang kebetulan tidak beruntung) kami sampai di penginapan. Keesokan harinya kami mengunjungi Green Canyon dan Cagar Alam. Di hari kedua ini pula banyak dari kami yang menghabiskan waktu di Pantai Pangandaran. Hari berikutnya pun kami pulang ke Jakarta.

Pada akhirnya hari - hari kelas 10 kami ditutup dengan sebuah kegiatan ujian mental dan fisik bernama Bintama, di mana kami menginap di Pusdiklat Kopassus Batu Jajar dan Situ Lembang. 5 hari dilalui bersama para Kopasus, ditempa fisik dan mental demi menjadi generasi yang lebih baik. Hari - hari diisi dengan materi - materi yang berlimpah dan kegiatan - kegiatan fisik seperti outbond dan PBB. Tentu saja kegiatan ini sangat melelahkan dan awalnya membuat saya takut. Namun, setelah dijalani ternyata tidak seburuk yang saya kira. Di sini juga terdapat kegiatan Caraka Malam di mana kami menelusuri hutan di malam hari untuk menguji betapa kuatnya mental kami. Cukup menegangkan, namun jauh lebih baik dari perkiraan saya. 

Kira - kira begitulah cuplikan kehidupan setahun penuh saya di SMA Labschool Kebayoran. Sebenarnya masih ada banyak cerita untuk diurai, namun saya rasa cukup untuk saat ini. Yang jelas menempuh masa SMA di SMA Labschool Kebayoran memberikan saya pengalaman lebih banyak dari yang saya minta, dan jauh lebih beragam. Sampai bertemu di post berikutnya!

Saturday, September 26, 2009

Satu

Halo semuanya, sekedar pemberitahuan saja blog ini mungkin (pasti) akan menjadi salah satu blog paling membosankan yang pernah anda temui di dunia ini. Bukan bermaksud apa, blog ini hanya akan berisi tugas - tugas pelajaran sejarah dan tugas - tugas lainnya, atau dengan kata lain blog ini hanya akan penuh dengan hal - hal penuh formalitas demi mengejar tuntutan nilai raport. Yah, mungkin tidak begitu menyenangkan, tapi saya akan mencoba menulis dengan baik dan benar di sini, tentu saja dengan Bahasa Indonesia yang (harus) baik dan benar.

Oh ya perkenalkan, saya Nadia Astriani, siswa kelas XI IPA 1 SMA Labschool Kebayoran 2008-2009. Panggil saja Nadia, dan untuk seterusnya saya akan menulis di blog ini. Umur saya 15 tahun, suka warna hijau, dan tidak suka makanan pedas.

Salam Kenal!